"Maaaah..... aku tadi di sekolah dapat bintang mah"............................................
 Itulah oleh oleh putriku setiap pulang dari sekolah. Bangga rasanya hati ini,tak henti hentinya aku bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas anugerah yang telah diberikanya kepada kami.
Selain sebuah anugerah akan tetapi anak juga adalah amanah atau titipan yang harus kita jaga dan kita didik agar kelak ketika dia dewasa menjadi manusia yang berguna dan berakhlak mulia.
Aku adalah seorang ibu dengan  satu orang putri.
Diusianya yang baru menginjak 6 tahun kurang, aku sudah mendaftar kannya di Sekolah Dasar. Banyak yang meragukan kemampuanya dalam bidang akademis,terkait dengan usianya yang masih kurang untuk masuk sekolah dasar,tapi aku yakin dalam hati ini kalau dia mampu, dan alhamdulillah ternyata dia mampu mengikuti setiap pelajaran yang diberikan dengan begitu semangat dan antusias,terlebih dia mampu memimpin teman temannya dengan dia berada di peringkat pertama saat di TK dulu, itu meyakinkan ku akan kemampuan nya.



Kalau berbicara soal anak gak akan ada habisnya untuku. Pasti ada banyak cerita yang terungkap.
Sebagai orang tua tentunya kita menginginkan keturunan yang berkualitas,berkualitas dalam artian anak itu punya tumbuh kembang yang baik,punya budi pekerti yang baik dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik,minimal dia bisa memimpin dirinya sendiri dengan baik.
Memang pada dasarnya setiap anak itu punya jiwa pemimpin dalam dirinya, namun potensi itu takakn keluar dengan sendirinya dalam jiwa anak anak kita, harus ada stimulasinya,dan kita sebagai orang tua lah yang wajib memberikan stimulasi itu.
Untuk itulah peranku sebagai seorang ibu sangat berpengaruh dan malah sebagai point utama dalam perkembangan putriku.
Akan aku maksimal kan daya yang aku punya untuk mendidik dan membentuk karakter yang baik untuknya.

Sebagai langkah awal ,dulu saat sebelum aku hamil, aku sudah mempersiapkan nutrisi untuk calon baby ku yang sekarang sudah berumur 6 tahun itu,dengan minum susu persiapan kehamilan agar kebutuhan asam folat nya terpenuhi.Dan selama hamil tak lupa aku periksakan kandungan ku ke dokter tiap bulannya,untuk mengetahui perkembangannya didalam rahim ,tak lupa selain minum susu khusus ibu hamil, aku juga mengkonsumsi vitamin vitamin yang diberikan oleh dokter. Memang gak enak sih tiap hari minum pil pil itu,apalagi waktu trimester pertama,tapi semua itu aku lakukan karena aku menginginkan yang terbaik buat anakku.
Setelah dia lahirpun aku dengan senang hati memberikanya ASI eklusif,selama 6 bulan, lalu diteruskan sampai usia 2 tahun. MP ASI nya pun aku buat sendiri agar terjaga kehigienisannya dan kualitas gizinya.

Menginjak usia 3 tahun aku sudah mengenalkannya ke dunia  pendidikan yaitu TPA dan aku bersyukur karena dia mau dan tidak merasa di paksa untuk bersekolah,dia malah senang karena mempunyai banyak teman dan bermain banyak permainan.

Dari dunia pendidikan itulah aku mulai melihat jiwa kepemimpinannya,dimana dia sudah bisa bersosialisasi bersama teman teman sebaya nya dan bahkan saat hari pertama sekolah pun dia mau ditinggal di kelas tanpa ditemani aku ibunya,oleh karena itu aku sangat bersyukur sekali.
Setiap hari sebelum tidur dan setelah dia bangun tidur aku buatkan susu untuknya. Sebenarnya dia tipe anak yang tidak suka minum susu, harus ada sedikit paksaan dan rayuan agar dia mau menghabiskan segelas susu nya.Bukan hanya susu yang dia kurang sukai,dia juga tidak suka yang namanya sayuran,padahal semua itu adalah asupan yang sangat diperlukan untuk pertumbuhannya. Untuk itulah aku harus ekstra dalam merayu dan memaksa dia agar mau mengkonsumsi nya,demi menunjang tumbuh kembangnya. Dengan sedikit kesabaran akhirnya susu sama sayurannya masuk juga.



Untuk membentuk karakter anak dan memupuk jiwa kepemimpinan dalam dirinya, tak hanya asupan bergizi saja yang dia butuhkan, akan tetapi pendidikan agama adalah dasar atau pondasi yang utama dalam pembentukan karakternya. Untuk itu sedari dini aku sudah mengenalkan pendidikan agama pada putriku.Dalam agama yang aku anut terdapat kalimat yang selalu aku cam kan dalam hati bahwa " Ibu adalah Madrasah pertama untuk anak anak nya ", untuk itu aku dedikasikan seluruh waktuku untuk mendampingi putriku,mendidik nya, memberikan contoh yang baik untuknya,karena ibu adalah gambaran bagi anak nya. Apabila ibunya baik sikapnya maka anaknya pun pasti baik sebagaimana ibu nya,dan begitupun  sebaliknya.Tentunya tanpa mengesampingkan peran ayah juga.
Sebelum aku daftarkan dia di TPA ( Taman Pendidikan Alquran ) aku sudah mengenalkan huruf huruf nya dirumah,dengan cara memasang poster poster huruf. Selain itu aku putarkan dia Film anak Islami dan atau lagu lagu islami yang isinya tentu saja untuk perkenalan dia tentang agama nya dan ketaatan terhadap Tuhannya.
Masuk ke jenjang TK dan SD aku masukan dia ke sekolah yang berbasis agama juga.


Untuk mengembangkan kemampuan motorik nya,selama dia balita aku belikan mainan yang edukatif. Dan kami orang tua selau meluangkan waktu untuk pergi keluar rumah untuk mengenalkanya ke dunia luar ,dan tentu saja tempat yang jadi tujuan juga bukan hanya tempat rekreasi semata tapi kami pilih tempat rekreasi yang banyak nilai edukasi nya,seperti outbond atau museum sesekali.


Aku sangat senang dan bersyukur bisa menjadi ibu sepenuhnya buat putriku, bisa mengikuti setiap perkembangan dari mulai dia lahir sampai usia dia saat ini,bisa menemani nya belajar ataupun hanya untuk mengantarkan nya tidur dan menceritakan nya dongeng atau kisah sebelum tidur. Dan akan tetap seperti ini sampai dia dewasa nanti,sampai dia bisa memimpin dirinya, menentukan arah hidup nya. Akan aku bantu dia dalam mencapai setiap cita citanya sehingga yang sekarang Pemimpin Kecil kelak akan jadi Pemimpin  Besar. Doa dan dukungan mamah akan selau tercurah untuk mu nak.........




note: tulisan ini di ikut sertakan dalam lomba Blog Nutrisi Untuk Bangsa ( NUB )
 Tag : #LombaBlogNUB



http://nutrisiuntukbangsa.org/wp-content/uploads/2013/09/revisi-posterblog-writing-competition-1.5-04092013.resized.jpg . - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/lomba-penulisan-blog-peran-ibu-untuk-si-pemimpin-kecil/#sthash.qiR3ab35.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar